Summary
Biaya haji di Indonesia diperkirakan sekitar Rp81,7 juta per jamaah, dengan setoran awal Rp25 juta untuk mendapatkan nomor antrean melalui tabungan haji di bank yang ditunjuk pemerintah. Karena masa tunggu haji cukup lama dan biayanya tidak sedikit, calon jamaah disarankan mempersiapkan dana sejak dini dengan membuat perencanaan keuangan, menabung secara rutin di tabungan haji, serta memanfaatkan instrumen investasi berisiko rendah seperti reksadana syariah atau sukuk agar dana haji dapat terkumpul lebih cepat.
Bagi umat Islam yang mampu, menunaikan ibadah haji adalah sebuah kewajiban. Maksud dari mampu ialah siap dari segi waktu, finansial, dan fisik. Seperti yang kita tahu bahwa biaya haji tidaklah sedikit. Maka jika kamu berencana pergi haji, sebaiknya persiapkan cara melunasi biaya haji dengan menabung sedari sekarang.
Tips mempersiapkan keuangan untuk naik haji dapat kamu mulai dengan menjadikan ibadah haji sebagai tujuan keuangan. Dengan begitu, perencanaan keuangan kamu akan menjadi lebih terarah. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan berikut!
Biaya Naik Haji
Sebelum membahas cara melunasi biaya haji, mari kita ulas dulu kisaran biaya yang diperlukan. Secara keseluruhan, rincian BPIH atau biaya penyelenggaraan ibadah haji adalah sebagai berikut.
Direct cost meliputi biaya penerbangan, biaya akomodasi selama di Mekkah dan Madinah, living cost, dan biaya visa sebesar Rp39.886,009 per jamaah.
Biaya protokol kesehatan sebesar Rp808.618 per jamaah.
Biaya dari nilai manfaat keuangan haji yang digunakan untuk pelayanan jamaah di Arab Saudi dan di dalam negeri, operasional haji di Arab Saudi dan dalam negeri, serta dana cadangan kurs mata uang sebesar Rp41.053.216,24 per jamaah.
Jika dijumlahkan, maka total biaya haji secara keseluruhan bernilai Rp81.747.844,04.
Tata Cara Pendaftaran Haji
Nah, setelah mengetahui besaran biaya haji yang perlu disiapkan, berikutnya kamu bisa mulai melakukan pendaftaran haji dari sekarang. Hal ini karena waktu tunggu pergi haji tidaklah sebentar. Berikut persyaratan untuk mendaftar haji:
Beragama Islam
Berusia setidaknya 12 tahun saat mendaftar
Menyerahkan KTP dengan domisili yang sesuai atau bukti identitas diri lainnya
Akta kelahiran/ surat kenal lahir/ akta nikah/ ijazah
Kartu Keluarga (KK)
Tabungan atas nama jamaah yang terdaftar pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH)
Pas foto berukuran 3x4 cm mengikuti ketentuan yang berlaku
Apabila semua persyaratan di atas sudah lengkap, maka kamu bisa lanjut mendaftar haji dengan cara berikut.
1. Membuka Tabungan Haji
Langkah pertama dalam mendaftar haji adalah membuka rekening tabungan haji di bank yang telah ditunjuk pemerintah. Biasanya setoran awal tabungan haji yaitu minimal Rp25 juta. Setoran ini diperlukan agar kamu mendapatkan nomor antrean keberangkatan haji.
Kamu bisa membuat rekening khusus untuk tabungan haji melalui OCBC NISP Syariah. Kemudian kamu akan diminta mengisi surat pernyataan dari kementerian agama sebagai syarat daftar haji.
2. Mendaftar Secara Online
Langkah berikutnya ialah kamu mendaftar secara online melalui SISKOHAT atau Sistem dan Komputerisasi Haji Terpadu milik kementerian agama.
3. Setoran ke Kementerian Agama
Uang setoran yang telah kamu simpan di rekening tabungan tadi perlu kamu setorkan ke kementerian agama untuk memperoleh nomor antrean berangkat haji. Simpan bukti setor tersebut.
4. Menyerahkan Dokumen Persyaratan Haji
Usai menyetorkan sejumlah uang kepada kementerian agama, serahkan dokumen persyaratan haji seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa selalu cek info terbaru untuk persyaratannya, ya.
Baca juga: 8 Cara Nabung Umroh agar Impian Kamu Cepat Terwujud
Tips Menabung untuk Naik Haji
Tahukah kamu, sebanyak 60 persen jamaah haji pada tahun 2019 adalah orang berusia lanjut atau 60 tahun ke atas. Padahal, ibadah ini lebih disarankan dilakukan di usia muda. Pasalnya ibadah haji cukup menguras tenaga sehingga membutuhkan fisik yang prima untuk memudahkan pelaksanaan ibadah.
Maka, apabila Anda ingin menunaikan ibadah haji, jangan menunda-nunda menabung. Persiapkanlah segala sesuatunya mulai dari sekarang, mengingat masa tunggu haji juga terbilang cukup lama.
Berikut merupakan tips menabung untuk naik haji yang bisa kamu lakukan.
1. Membuat Rencana Keuangan
Supaya uang tabungan kamu cepat terkumpul, maka tips menabung untuk naik haji adalah kamu perlu membuat rencana keuangan. Tujuannya supaya kebutuhan kamu tetap terpenuhi. Alokasikan penghasilanmu untuk kebutuhan, membayar cicilan, dana darurat, lalu sisihkan guna melunasi biaya haji kamu.
2. Menabung Secara Rutin
Cara melunasi biaya haji adalah dengan menabung secara rutin di tabungan haji setiap bulan. Usahakan kamu menabung sejumlah anggaran yang sudah kamu rencanakan. Jika kamu mendapat pemasukan lebih, maka kamu bisa menabungnya lagi sebagai tambahan dana haji. Yang paling penting adalah lakukan secara konsisten agar tabungan kamu cepat tercapai.
Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan dengan Baik agar Finansial Sehat
3. Memaksimalkan Instrumen Investasi
Tips menabung untuk naik haji selanjutnya yakni memaksimalkan investasi. Dengan berinvestasi, kamu akan mendapatkan imbal hasil sehingga jumlah tabunganmu akan bertumbuh. Kamu dapat memilih instrumen investasi yang minim risiko, misalnya reksadana syariah, sukuk, atau lainnya.
Sekian pembahasan tentang cara menabung untuk melunasi biaya haji yang penting kamu ketahui. Sekali lagi, tak perlu menunda-nunda menabung jika kamu berencana pergi haji. Persiapkan semuanya sedari sekarang dengan tips di atas agar kamu bisa naik haji di usia masih muda.
Kamu bisa lho mulai mengecek kondisi keuangan kamu terlebih dulu di Financial Fitness Check Up. Lalu, ikuti juga kelas finansial dari Ruang meNYALA dengan topik “Wujudkan Impian Ibadah Tanpa Rasa Gundah” tanggal 28 Juli 2022 pukul 19.00-20.00 WIB via Zoom Meeting yang akan membahas seputar tips mempersiapkan haji terutama dari segi finansial.